The Role of Digital Evidence in Criminal Law Enforcement: Challenges of Authentication and Admissibility in Court

Authors

  • Mochammad Chamim Universitas Wahid Hasyim, Indonesia
  • Kusno Widodo Universitas Wahid Hasyim, Indonesia
  • Sugeng Riyadi Universitas Wahid Hasyim, Indonesia
  • Padri Achyarsyah Universitas Wahid Hasyim, Indonesia
  • Faisal Faisal Universitas Wahid Hasyim, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54518/rh.5.6.2025.950

Keywords:

Admissibility, Authentication], Cybercrime, Digital Evidence, Forensic Reliability

Abstract

Digital evidence has become a crucial element in modern criminal law enforcement in Indonesia, particularly in addressing cybercrimes such as online gambling, online fraud, and data theft. This study aims to analyze the legal standing of digital evidence, the challenges of its authentication and admissibility in court, and strategies to ensure its reliability in the judicial process. The study uses a normative juridical method with descriptive analysis through statutory and conceptual approaches, based on a study of legal regulations, court decisions, academic literature, and digital forensic guidelines. The results show that digital evidence has been legally recognized through the Criminal Procedure Code (KUHAP), the ITE Law, and Supreme Court regulations, as long as its authenticity and integrity can be proven. However, major challenges remain, including the potential for data manipulation, limited infrastructure, and a lack of competent human resources. Efforts to ensure the reliability of digital evidence include the implementation of standard forensic procedures, capacity building of law enforcement officers, cross-agency collaboration, the use of advanced technology, and strengthening an adaptive legal framework to support effective law enforcement and public trust.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, N., & Lubis, F. (2024). Tantangan pembuktian dalam kasus kejahatan siber. Judge: Jurnal Hukum, 5(2), 55–63.

Al Faraby, A. H. (2024). Perkembangan teknologi informasi dan transaksi elektronika (ITE) di Indonesia (Suatu kajian dari peran penyidik kepolisian dalam menangani penyalahgunaan informasi dan transaksi elektronika). Meraja Journal, 7(1), 48–62.

Anggraeni, D. R., & Salsabila, M. (2024). Analisis yuridis peran digital forensik dalam pembuktian tindak pidana di Indonesia. Media Hukum Indonesia (MHI), 2(2), 101–115.

Awaluddin, F., & Mulyana, M. (2024). Tantangan dan peran digital forensik dalam penegakan hukum terhadap kejahatan di ranah digital. Humaniorum, 2(1), 14–19.

Budianto, T. Y. A. (2025). Peran digital forensik dalam penegakan hukum terhadap kejahatan konvensional. Lex Progressium: Jurnal Kajian Hukum dan Perkembangan Hukum, 2(1), 45–55.

Dewi, G. V., Fitria, A., Anjasmara, R., & Enggarsasi, U. (2023). Peran digital evidence dalam kasus money laundering. Jurnal Risalah Kenotariatan, 4(2), 89–102.

Dhiya, A. (2025). Peranan digital forensik dalam penyidikan tindak pidana perdagangan satwa dilindungi oleh penyidik pegawai negeri sipil (Disertasi doktoral). Universitas Andalas.

Fahamsyah, E., Taniady, V., Rachim, K. V., & Riwayanti, N. W. (2022). Penerapan prinsip aut dedere aut judicare terhadap pelaku cybercrime lintas negara melalui ratifikasi Budapest Convention. Jurnal Hukum dan Syariah De Jure, 14(1), 1–18.

Handoko, C., Surbakti, S. H. N., Kurnianingsih, S. H. M., & MH, M. K. (2015). Kedudukan alat bukti digital dalam pembuktian cyber crime di pengadilan (Disertasi doktoral). Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hartono, M. S., & Yuliartini, N. P. R. (2020). Penggunaan bukti elektronik dalam peradilan pidana. Jurnal Komunikasi Hukum, 6(1), 281–302.

Helmawansyah, M. (2021). Penggunaan barang bukti elektronik yang dijadikan alat bukti dalam perkara pidana. Journal of Law (Jurnal Ilmu Hukum), 7(2), 527–541.

Lasmadi, S. (2014). Pengaturan alat bukti dalam tindak pidana dunia maya. Jurnal Ilmu Hukum Jambi, 5(2), 43–57.

Lestari, A. D., & Damayanti, M. (2018). Cakupan alat bukti sebagai upaya pemberantasan kejahatan siber. Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 3(1), 47–68.

Mantik, V. (2022). Tinjauan yuridis tentang kedudukan alat bukti digital dalam tindak pidana kejahatan mayantara (cyber crime). Lex Privatum, 10(5), 112–124.

Maryam, T. A., Maharani, M. A., Fahrezi, T. A., & Nugroho, A. A. (2024). Peran digital forensik dalam pengumpulan bukti pada kasus judi online di Kabupaten Demak. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi, 1(3), 33–43.

Mokobombang, M., Darwis, Z., & Mokodenseho, S. (2023). Pemberantasan tindak pidana cyber di Provinsi Jawa Barat: Peran hukum dan tantangan dalam penegakan hukum terhadap kejahatan digital. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(6), 517–525.

Munajat, A. A., & Yusuf, H. (2024). Peran teknologi informasi dalam pencegahan dan pengungkapan tindak pidana ekonomi khusus. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(9), 4853–4865.

Mursyid, M., Putera, A., & Jannah, M. (2025). Rekonstruksi peran digital forensik dalam penyidikan tindak pidana siber. Jurnal Tana Mana, 6(2), 289–296.

Pahrudin, P. (2020). Cybercrime in the context of cellular telephone scams. Jurnal Penelitian Pos dan Informatika, 10(1), 73–85.

Pradipa, A. (2025). Analisis terhadap kedudukan alat bukti elektronik dalam pembuktian perkara perdata pasca UU ITE dan perkembangan e-court. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi, 2(3), 191–203.

Putra, S. S. (2024). Kekuatan bukti elektronik dalam pembuktian perkara tindak pidana korupsi di Indonesia (Disertasi doktoral). Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Rahmanto, T. Y., Kav, J. H. R. S., & Kuningan, J. S. (2019). Penegakan hukum terhadap tindak pidana penipuan berbasis transaksi elektronik. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 19(1), 31–45.

Riskiyadi, M. (2020). Investigasi forensik terhadap bukti digital dalam mengungkap cybercrime. Cyber Security dan Forensik Digital, 3(2), 12–21.

Riston, R., & Basoddin, B. (2025). Fungsi digital forensik dalam pembuktian tindak pidana siber. Sultra Law Review, 3(2), 3744–3756.

Rohman, R., Muliadi, M., Pratama, F., Saputra, I., Firmansyah, A., Marwan, T., & Irfandi, I. (2024). Sistem pembuktian dalam hukum pidana Indonesia dan tantangan dalam proses peradilan. JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 1(3), 279–292.

Sirait, M. P. (2025). Penggunaan teknologi forensik dalam penegakan hukum pidana: Tinjauan terhadap keandalan bukti elektronik (Disertasi doktoral). Universitas Malikussaleh.

Sucia, Y., & Deswari, M. P. (2024). Bukti elektronik dalam sistem peradilan: Memahami peran dan validitasnya. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(4), 13729–13741.

Wiarti, J. (2023). Legality of electronic evidence in cybercrime cases. Ahmad Dahlan Indonesian Law Journal, 1(2), 11–19.

Wicaksono, A., Adinandra, S., & Prayudi, Y. (2020). Penggabungan metode Itakura Saito distance dan backpropagation neural network untuk peningkatan akurasi suara pada audio forensik. Juita: Jurnal Informatika, 8(2), 225–233.

Zaenudin, F. R., & Faridah, H. (2022). Pertanggungjawaban pidana terhadap afiliator aplikasi opsi biner ilegal dalam hukum pidana Indonesia. Jurnal Hukum Sasana, 8(1), 55–70.

Zuhri, S., & Fadil, C. (2024). Peran media digital dalam penegakan hukum di masyarakat. Crossroad Research Journal, 1(4), 118–139.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Chamim, M. ., Widodo, K. ., Riyadi, S. ., Achyarsyah, P., & Faisal, F. (2025). The Role of Digital Evidence in Criminal Law Enforcement: Challenges of Authentication and Admissibility in Court. Research Horizon, 5(6), 2987–2998. https://doi.org/10.54518/rh.5.6.2025.950

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.